Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan
Perkenankan saya bercerita tentang sebuah kisah lama yang belum terungkap di masa kini.

Di sebuah desa yang asri, damai, tentram dan nyaman, bernama Desa Asdaten. Tinggallah seorang kakek yang bernama Hatar. Setiap hari, sebelum melakukan kegiatan kakek Hatar selalu meluangkan waktu pergi ke makam istrinya. 

Kakek Hatar dikenal oleh warga desa, sebagai orang yang ramah, baik, dan mandiri. Tidak banyak kakek yang berusia seperti kakek Hatar yang masih melakukan kegiatan sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, karena bagi kakek Hatar jika ia masih mampu kenapa meminta bantuan orang lain.
source pinterest

Suatu hari, ketika matahari belum menunjukkan rupanya, kakek Hatar dibangunkan oleh suara tangisan bayi. Kakek Hatar beranjak dari tempat tidur, menuju ke dapur, meminum air putih segelas, seperti biasa. Namun, suara tangisan bayi itu belum juga hilang, Kakek Hatar mengira itu adalah tangisan Akra, anak tetangga sebelahnya. Tangisan itu semangkin kencang, setelah didengar lebih jelas lagi suara tangisan bayi itu berasal dari depan rumah kakek Hatar. Segera kakek Hatar berlari ke depan dengan stamina yang ia miliki. Ternyata dugaannya benar. Seorang bayi laki-laki tergeletak di depan pintunya, di dalam sebuah wadah bayi, berbalut kain merah, ada sebuah buku yang terselip di antaran kain merah yang memyelimutinya. Betapa terkejutnya kakek Hatar dan membawa bayi lelaki itu ke dalam rumahnya

Zakwan [Dongeng]

by on Juni 16, 2018
Perkenankan saya bercerita tentang sebuah kisah lama yang belum terungkap di masa kini. Di sebuah desa yang asri, damai, tentram dan n...

Source Pinterest

"Kirana, lo minggu depan pergi ke femic (Festival Music)?" tanya Tesa sambil memutar setengah badannya menghadap Kirana setelah dosen yang mengajar mereka keluar ruang kelas yang diikuti oleh  mahasiswa lainnya.

Kirana membereskan buku-bukunya lalu memasukkan ke tas ranselnya tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya. Kirana belum memutuskan pergi atau tidak, pikirannya masih terfokus pada final "Lomba Basket"  antar jurusan di fakultas ekonomi nanti sore. Namun, bukan ke pertandingannya melainkan orang yang akan hadir pada acara penutupan, seseorang yang tidak ingin ia temui untuk saat ini.

Pemberi Luka

by on Mei 28, 2018
Source Pinterest "Kirana, lo minggu depan pergi ke femic (Festival Music)?" tanya Tesa sambil memutar setengah badannya m...



Setiap pagi dan sore aku selalu melalui jembatan itu untuk bekerja. Jembatan tempat di mana  pertama kali aku bertemu dengan wanita itu. Jarak rumahku tidak begitu jauh dari kantor hanya melewati 3 kali belokkan, tikungan pertama di komplek rumah kemudian simpang menuju jalan raya yang melewati jembatan lalu bertemu dengan persimpangan pertama setelah jembatan dan di dekat situlah daerah kantorku.

Wanita Berjaket Hoodie

by on Januari 10, 2018
Setiap pagi dan sore aku selalu melalui jembatan itu untuk bekerja. Jembatan tempat di mana   pertama kali aku bertemu dengan wanit...


foto from pinterest



Kendi terperanjat dari tidurnya, ia melihat sekitar masih sama. Duduk di balik bar kafe tempat ia bekerja sebagai barista, menunggu seseorang. Kana berjanji akan datang ke kafe meski Kendi tahu jadwal Kana mengunjungi kafe. Kendi telah membayangkan bagaimana ia menyatakan cinta kepada Kana. Kana yang beberapa bulan ini singgah di kafe, memesan cappucino. berbincang sebentar kepada barista lalu ke meja sudut yang hanya ada dua kursi. Tempat favoritnya menulis.  Kana yang membuat mimpi Kendi terlahir kembali. Memiliki kedai kopi sendiri dengan idealis sendiri. Mimpi itu hilang ketika Kendi terjatuh dari cinta yang membuat ia hilang hasrat dan membuat ia benci kopi tapi Kana telah merubahnya.  Sebelum pulang Kana akan memesan coklat hangat untuk menetralisir kafein yang masuk ke tubuhnya dan membuat ia mudah terlelap. Kendi menantikan Kana memesan coklat hangatnya. Disaat itu Kendi bisa mengobrol apa saja tanpa menganggu Kana menulis. Kana tidak pernah terganggu akan hal itu. Jam berbentuk cangir di dekat kasir menunjukan pukul satu malam. Kendi mengambil tas di loker. Mungkin Kana ada kesibukan lain hingga ia tidak sempat mampir. Kendi berujar dalam hati. Ia tidak sabar untuk meluapkan semua isi hatinya kepada wanita itu. Kini dihadapannya.

Aroma Kopi Inspirasi

by on Oktober 31, 2017
foto from pinterest Kendi terperanjat dari tidurnya, ia melihat sekitar masih sama. Duduk di balik bar kafe tempat ia bekerja seb...
Berbagi CINTA

Angin menerpa wajah kita
menghirup udara segar pantai
melangkah kaki di atas pasir putih
pegangan erat tangan kita
terus melangkah
           berdua denganmu
           menikmati jalinan kasih
           berbagi cinta kita
           menuju sebuah jalan
          yang terbentang panjang
          didepan mata kita
bersama kita
mengarungi hidup ini
tangan hangat yang mengalir ditangankku
dan tatapan matamu membuat aku yakin
kau lah yang selama ini aku tunggu
terimakasih kau menemukanku.

puisi kita

by on Mei 20, 2015
Berbagi CINTA Angin menerpa wajah kita menghirup udara segar pantai melangkah kaki di atas pasir putih pegangan erat tangan kita terus...